16 May 2020

Merasa Gagal



Pernah nggak kamu merasa gagal? Pernah nggak merasa karya atau hasil kerjaan kamu jelek karena nggak ada orang lain yang apresiasi? Dan respons yang kamu terima dari bos, temen, kerabat, keluarga malah nasihat, saran, kritik, atau bahkan mereka meragukan dan terkesan membunuh impian-impian yang kita usahakan? Siapa yang salah, kita atau mereka?

Klik play untuk mendengarkan:



"Pernah, tentu saja pernah. Tapi ya gimana lagi? Mungkin mereka juga nggak paham desain yang bagus tuh yang kayak gimana. Respons saya sedih, tapi ya B aja, tancap gas terus." Demikian jawaban Mohammad Arif, tamu kita di episode 17 yang membuka season 2 Keluar Rumah Podcast kali ini.

Nggak ada yang salah. Manusia memang banyak maunya, dan sialnya semua manusia berperasaan sama: gue paling hebat, gue paling jago, lo harus apresiasi gue dong!

Sebagaimana dikemukakan Abraham Maslow, setiap manusia memiliki tingkat kebutuhan yang perlu dipenuhi secara bertahap, mulai dari yang terendah hingga tertinggi. Secara umum, kebutuhan paling dasar yang harus dipenuhi lebih dahulu adalah kebutuhan fisiologis. Jika kebutuhan fisiologis telah terpenuhi, maka level kebutuhan meningkat pada rasa aman dan nyaman.

Meningkat lagi, apabila setiap individu udah merasa aman dan nyaman, maka ia ingin memenuhi kebutuhan akan kasih sayang, kemudian penghargaan, dan hierarki tertinggi dari piramida Maslow ini adalah kebutuhan akan aktualisasi diri.

Di negara berkembang sebagaimana saya dilahirkan dan hidup sekarang, sepertinya memang sulit untuk bisa mencicip level penghargaan atau apresiasi, apalagi sampai tahapan tertinggi berupa aktualisasi diri. Sehari-harinya diengga-engga juga masih berkutat seputar yang penting dapur ngebul, cicilan lancar, orangtua dan mertua enggak cemberut dan ngatain kita filsuf atheis yang nggak ada kerjaan jika sehari-hari kita hanya hidup mencari aktualisasi diri.

Sepertinya mustahil kita bisa kayak bule-bule di negara maju yang sekonyong-konyong memutuskan "I quit my full time job to travel to Asia and find myself".

Yang kita, khususnya saya sendiri butuhkan sekarang adalah irisan atau katakanlah kompromi antara keinginan dan kebutuhan. Itu saja dulu. Dan Mas Arif sudah menemukan irisan tersebut.

*

Credits: Musik yang dipakai di episode ini adalah "Say Goodnight" karya Mild Wild (freemusicarchive.org). Licensed under Creative Commons: By Attribution 4.0 License. Foto yang dipakai sebagai cover di episode ini hasil karya Martin Adams, diunduh dari Unsplash.

0 Komentar:

Post a comment